Pengertian dan murid bodoh yang nyantai bermalas

Pengertian Team Learning

            Team Learning atau kelompok belajar merupakan
kemampuan yang berfokus pada suatu kerja sama yang melibatkan adanya interaksi
satu sama lain yaitu individu antar individu berdasarkan tugas masing-masing
yang terbagi didalam suatu kelompok dengan tujuan mendapatkan hasil yang
maksimal. Dimana sebuah team learning membutuhkan suatu tempat untuk saling
berbagi keterampilan dengan cara mengamati orang lain berdasarkan tingkah atau
tindakan seseorang, cepat dan tanggap dalam memecahkan suatu masalah, melakukan
percobaan terlebih dahulu, serta mempertanyakan sebuah asumsi dan mengakajinya
dalam sebuah hasil kerja sama suatu kelompok.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Keberhasilan
suatu kelompok kerja dapat dilihat jika masing-masing anggota yang tergabung
didalam kelompok tersebut bisa saling mengisi kekurangan yang ada dengan
kelebihan yang dimiliki oleh anggota yang tergabung didalam kelompok yang sama. Dengan begitu, hasil yang diperoleh
tim dapat lebih maksimal dibandingkan dari tiap orang yang bekerja secara
individu atau bekerja sendiri-sendiri, karena team learning merupakan suatu
bentuk kerjasama yang paling penting dan mendasar, dan juga team learning
memiliki peran yang penting untuk membawa suatu kelompok untuk mencapai kinerja
yang lebih maksimal.

 

Macam – Macam Team Learning

Berikut tiga macam Team Learning yang umum
kita jumpai, yaitu:

A.     Team Learning untuk
Peserta Didik

      Keberhasilan
suatu sekolah atau organisasi lebih ditentukan oleh bagaimana sekelompok orang
mampu bekerja sama dan belajar untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang
ditentukan. Karena begitu besar peran team learning dalam kesuksesan suatu
sekolah, maka penting sekali bagi sekolah untuk menekankan team learning dalam
setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Dengan begitu, tidak
ada seorang peserta didik pintar yang merasa bahwa dia paling hebat, dan murid
bodoh yang nyantai bermalas – malasan menunggu murid pintar mengerjakan tetapi
semua di samaratakan didalam satu kelompok yang anggotanya bisa saling
berinteraksi, berbagi pendapat satu sama lain dan anggota nya diberi tugas
masing – masing untuk dikerjakan bersama guna mencapai hasil yang memuaskan
dari kerja sama tim.

B.      Team Learning untuk
Guru

      Keadaan
yang sering dijumpai di lapangan adalah bahwa guru sering bekerja secara
individu atau sendiri – sendiri. Mereka berinteraksi hanya dengan peserta didik.
Di dalam sekolah, tidak banyak dijumpai guru yang berinteraksi dengan sesama
guru untuk mendiskusikan hal-hal tertentu terkait dengan inovasi dalam bidang
yang diajarkan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan guru
berdasarkan team learning:

1)     
Seorang
guru dapat mendiskusikan mengenai materi yang akan dibagikan kepada peserta didik
ataupun permasalahan terkait dengan pengajaran, serta bagaimana meningkatkan
pengajaran yang mereka lakukan antar sesama kelompok guru.

2)      Sesama guru saling mengoreksi kinerja satu
sama lain ketika mengajar untuk dapat memberikan masukan dan bertukar pendapat.

3)      Membuat program / materi mengajar secara
bersama-sama dan menyusun materi ajar secara bersama-sama pula.

 

C.     Team
Learning dalam sebuah Instansi / Perusahaan

      Team learning didalam suatu perusahaan meliputi
adanya penyesuaian terhadap perubahaan yang ada dan dapat berkembang mengikuti
keadaan/lingkungan perusahaan serta mampu menciptakan tujuan maupun pendekatan
yang baru. Pembelajaran ini harus menyatu pada cara organisasi menjalankan
kegiatannya. Pembelajaran dalam hal ini meliputi:

a.       Bagian dari kegiatan kerja sehari-hari

b.      Diterapkan pada individu, unit kerja dan
perusahaan

c.       Bersifat mampu memecahkan masalah bersumber
pada penyebabnya

d.      Fokus pada menyebarnya sumber pengetahuan
untuk seluruh organisasi

e.       Dilakukan untuk memanfaatkan kesempatan untuk
mendapatkan perubahan yang

Lebih jelas dan dapat mengerjakan lebih baik lagi.

Sumber – sumber pengetahuan dan pembelajaran
ini bisa berasal dari gagasan dan pendapat pada karyawan, Penelitian dan
pengembangan atau biasa disebut Research & Development (R&D) pada
perusahaan, masukan dari para konsumen atau pelanggan, saling tukar/berbagi
pengalaman dan perbandingan, team learning dalam perusahaan mencakup banyak
hal, terutama pada individu dalam organisasi misalnya, Karyawan dalam
perusahaan.

            Keberhasilan
seorang karyawan didalam suatu perusahaan sangat tergantng pada kesempatan yang
diperoleh dimana kesempatan tersebut dipelajari dan dipraktikan demi
terciptanya sesuatu hal atau keahlian yang baru. Perusahaan yang memberi
kesempatan melalui adanya seleksi & rekrutmen yang meliputi pelatihan dan
pendidikan sebelum masuk kedalam lingkungan kerja yang diberikan perusahaan
oleh karyawannya untuk dapat tumbuh dan berkembang. Kesempatan tersebut dapat
berupa rotasi pekerjaan, kenaikan gaji pada karyawan yang berprestasi atau
terlatih. On the job training atau proses magang merupakan suatu cara yang
efektif untuk melatih dan menarik garis hubungan yang lebih baik antara
kepentingan dan prioritas perusahaan.

 

Pengembangan Team Learning

            Proses
team learning dalam suatu kelompok merupakan hal yang sangat penting, proses
tersebut harus memungkinkan terjadinya adanya suatu kerjasama dan rasa saling
bergantung satu sama lain. Meskipun ada rasa saling bergantung, tetapi setiap
anggota kelompok harus memiliki rasa tanggung jawab masing-masing dalam
memberikan suatu pendapat atau ikut berpartisipasi demi terselesaikannya suatu
tugas yang ada. Jadi dalam team learning bukan dilihat dari hasil akhir saja,
tetapi bagaimana proses dari awal yaitu memberikan / mengemukakan suatu
pendapat dll untuk mencapai suatu hasil yang lebih maksimal, karena proses
pembelajaran yang sesungguhnya terjadi di sana.

            Pembelajaran
yang sesungguhnya terjadi dalam proses, maka diperlukan adanya suatu upaya
dalam rangka meningkatkan kualitas proses demi tercapainya efektivitas dan
efisiensi pembelajaran. Untuk itu, dalam team learning perlu diajarkan salah
satu keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses, yaitu
keterampilan dalam berbicara. Yaitu bagaimana cara berdialog yang baik dapat
dikembangkan dalam suatu kelompok Disamping itu, ada beberapa hal lain yang
perlu untuk diperhatikan, yaitu: cara menyelesaikan suatu konflik / masalah,
dinamika kelompok, membuat suatu keputusan yang bijaksana, dan memimpin secara
efektif. Dengan mengembangkan hal-hal tersebut dalam kelompok, maka setiap
anggota kelompok akan merasakan manfaatnya tidak hanya karena bekerja dalam
kelompok, tetapi juga karena belajar untuk bagaimana bekerja dalam suatu
kelompok.

            Suatu
kelompok dapat dikatakan berhasil dapat dilihat dari caranya ia berkomunikasi
dengan baik, tingginya semangat / keinginan untuk belajar, mau belajar bekerja
sama, serta adanya kemauan untuk saling terlibat dan mengemukakan apa yang ada
dalam hati dan pikiran mereka dihadapan kelompok. Berikut adalah beberapa hal
yang dapat dipraktekkan dalam kelompok untuk membangun suatu komunikasi yang
baik dalam sebuah team learning :

a)     
Berbicaralah
secara luas dan terbuka, serta bebas untuk mengemukakan pendapat

b)     
Belajar
mendengarkan terlebih dahulu sebelum orang lain selesai berbicara, di sela-
sela orang lain berbicara ambil kesempatan untuk memikirkan suatu pendapat
maupun kritik dan saran untuk disampaikan

c)     
Menghargai
pendapat orang lain dan tidak merasa kecewa dengan pendapat  yang dikemukan oleh orang lain

d)     
Memiliki
pikiran yang terbuka, yaitu tidak cepat menghakimi orang lain

e)     
Belajar
berbicara di depan kelompok baik untuk mengemukakan pendapat ataupun
menyampaikan usulan.

 

Manfaat Team Learning

Ada beberapa manfaat yang didapatkan dalam
sebuah Team Learning atau Tim pembelajaran, yaitu :

1.     
Dapat
saling berbagi di bidang pengetahuan, keahlian, serta berbagi pengalaman antar
anggota kelompok untuk meningkatkan kemampuan belajar dalam tim

2.     
Memotivasi
anggota untuk dapat mengemukakan pandangan mereka yang mengarah pada hasil yang
lebih baik

3.     
Mengembangkan
sebuah komunikasi yang terbuka dan efektif dalam berorganisasi, berbagi
informasi dengan anggota kelompok

4.     
Dapat
membangun hubungan yang lebih baik dalam suatu kelompok serta menciptakan
praktek kerja yang saling bekerjasama

5.     
Mendapatkan
wawasan dan pengalaman baru terhadap rekan satu tim

6.     
Membangun
kepercayaan serta menciptakan lingkungan yang mendukung atau memungkinkan
setiap anggota dapat percaya diri meskipun diluar keterbatasan para anggota

7.     
Menghasilkan
persaingan antar tim, yang dapat memicu para anggota dan memotivasi setiap
anggota kelompok untuk belajar lebih giat serta bekerja lebih keras.

8.     
Membiarkan
anggota tim mengarahkan serta memulai interaksi dalam pembelajaran ke dalam
kelompok sehingga pelatihan lebih menyenangkan, relevan dan efektif.

 

Studi Kasus Team Learning

            Dalam suatu perusahaan tentunya ada saja
masalah yang terjadi baik masalah internal perusahaan, maupun masalah
eksternal. Adapaun masalah terhadap individu maupun masalah terhadap tim kerja
di suatu perusahaan. Dalam contoh studi kasus ini saya mengambil contoh masalah
team learning yang terjadi di perusahaan atau instansi pemerintah dan swasta
yaitu PT. Pertamina Persero (Pemerintah) dan PT. Total E&P Indonesie
(Swasta).

A.    
Team
Learning di PT. Pertamina (Persero)

Berikut masalah yang terjadi pada tim kerja
di PT. Pertamina (Persero) yaitu:

1)     
Pemimpin
kelompok tidak mampu memberi arah yang jelas tentang hal-hal yang harus
dilakukan dalam kelompok

2)      Anggota kelompok memilih jalan
sendiri-sendiri dalam menyelesaikan tugasnya

3)      Ketua kelompok dan anggotanya yang tidak mau
memberi sebuah pendapat baru, jika pendapat yang ada sebelumnya tidak dipakai

4)      Anggota kelompok tidak mau mendengarkan
pendapat orang lain

5)      Pemimpin dan anggota tidak memperhatikan
bagaimana proses kerja kelompok berlangsung, yang penting tugas yang diberikan
selesai dilakukan.

B.    
Team
Learning di PT. Total E&P Indonesie

Berikut masalah yang terjadi pada tim kerja
di PT. Total E&P Indonesie

1)      Adanya pemberian arahan yang jelas
dari ketua kelompok, Tepatnya sebelum mulai bekerja

2)      Semua anggota kelompok aktif dan tidak
ada yang paling menonjol atau berusaha untuk menonjolkan diri

3)      Memperhatikan etos kerja dalam
kelompok sehingga semua anggota kelompok merasa nyaman dalam bekerja dan
berdiskusi

4)      Semua anggota kelompok dengan senang
hati mau mengeluarkan pendapat, karena yang bersangkutan merasa bahwa
kelompoknya sangat menghargai pendapat orang lain.

 

      Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada kelompok PT. Total E&P
Indonesie lebih unggul dalam sebuah tim kerja para anggota perusahaanya yang
membuat efektivitas dan kinerja para karyawannya menghasilkan hal positif
terhadap perusahaan tersebut dibandingkan dengan PT. Pertamina (Persero) yang
terdiri dari kelompok orang-orang yang selalu memfokuskan pada diri sendiri.
Orang-orang dalam kelompok tersebut tidak menyadari bahwa mereka sedang bekerja
sama dalam kelompok. Yang mereka lakukan adalah bekerja secara individu atau sendiri-sendiri
dan tidak mementingkan pendapat anggota lain yang tergabung dalam kelompok
tersebut. Sedangkan kelompok PT. Total E&P Indonesie adalah kelompok dari
orang-orang yang memfokuskan pada kebersamaan dalam kelompok dan memfokuskan
pada kerja Tim.

      Dengan
team learning, hasil yang dicapai secara bersama-sama cenderung lebih tinggi
jika dibandingkan dengan hasil yang dicapai oleh individu per individu yang ada
dalam kelompok.