PENDAHULUANLatar BelakangMendongeng merupakan salah satu kegiatan yangakrab

PENDAHULUANLatar BelakangMendongeng merupakan salah satu kegiatan yangakrab dengan dunia anak-anak. hampir setiap anak suka dibacakan dongeng atau didongengkan. Dongeng selain berfungsi sebagai sarana hiburan, juga berfungsi sebagai media pendidikan dan sarana memperkenalkan dan menanamkan berbagai nilai-nilai kehidupan. Dongeng dalam penyampaiannya secara lisan atau dalam penulisannya bahasa tulis menggunakan bahasa sebagai media komunikasi. Hampir semua aktifitas yang dilakukan manusia dalam kehidupan ini memerlukan kemampuan berbahasa. Anak dalam kehidupannya juga memerlukan kemampuan berbahasa yang memadai untuk memudahkan interaksi sosial dengan orang-orang lainnya. Oleh karena itu kemampuan berbahasa juga merupakan kemampuan yang perlu dimiliki anak dalam memudahkan interaksi sosialnya.Menurut pandangan Hurlock (2001:176) baasa adalah sarana komunikasi dengan menyimbolkan pikiran dan perasaan untuk menyampaikan makna kepada orang lain. Masa usia dini adalah masa yang palig tepat untuk mengembangka bahasa, karena pada masa ini sering disebut “Golden Age” dimana anak sangat peka menerima rangsangan-rangsangan baik yang berkaitan dengan kognitif, fisik motorik, moral agama, sosial emosional, maupun bahasa. Yusuf (2007:118) mengatakan bahwa sarana berkomunikasi dengan oran lain. Dalam pengertian ini tercaup semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untuk mengungkapkan suatu pengertian.Berdasarkan pendapat yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa bahasa anak secara terus menerus akan selalu berkembang. Bahasa anak dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, bahasa anak dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, menurut Kemendiknas dalam Kurniah (2012:20) Bahasa anak dapat berkembang cepat jika anak dilibatkan dalam komunikasi. Sejakaln dengan ungkapan tersebut, Sunarto (1994:12) mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi bahasa anak yaitu, umur anak, kondisi lingkungan, kecerdasan anak, status sosial ekonomi serta kondisi fisik.Perumusan Masalah Rumusan masalah yang diambil adalah :1. Bagaimana penggunaan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak ?2. Apakah kemampuan kosakata anak dapat meningkat melalui metode bercerita ?Tujuan Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui kemampuan berbahasa anak melalui metode mendongeng.Kosakata Kosakata merupakan salah satu bagian terpenting dari bahasa, menurut Adisumarto (1984:43) kosakata sama dengan leksikon, leksikon disini diartikan sebagai pembendaharaan kata dalam suatu bahasa, untuk itu kemampuan kosakata anak merupakan penentu anak dalam memahami kata-kata dalam berbahasa. Menurut Zuchdi (1995:37) kemampuan kosakata adalah kemampuan anak untuk mengenal, memahami, dan menggunakan kata-kata dengan baik dan benar, selain itu kosakata mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Kosakata merupakan alat utama yang harus dimiliki anak, sebab kosakata berfungsi untuk mrmbentuk kalimat serta mengutarakan isi pikiran dan perasaan.Bahasa Menurut Departemen Pendidikan Nasional Jakarta (200:81), bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk mengungkapkan bebagai keinginan maupun kebutuhannya. Metode bercerita ?Untuk meningkatkan kosakata yang dimiliki anak, banyak sekali metode yang dapat dilakukan oleh guru sebagai pendidik. Pemilihan metode yang tepat menjadi penentu keberhasilan perkembangan pada anak khususnya kemampuan berbahasa dan dalam hal ini adalah kosakata yang dimiliki oleh anak. Metode-metode tersebut digunakan sebagai acuan kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak, salah satunya yaitu dengan cara mendongeng/bercerita.Menurut Moeslichatoen (2004:157) metodebercerita merupakan salah satu pemberian pengalamanbelajar bagi anak dengan membawakan cerita kepadaanak secara lisan. Metode bercerita dilaksanakandalam upaya memperkenalkan, memberikanketerangan atau penjelasan tentang hal baru dalamrangka menyampaikan pembelajaran yang dapatmengembangkan berbagai kompetensi dasar anak. Tujuan metode bercerita menurut Musfiroh (2005 : 54) yaitu: 1. Agar anak mampu mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang disampaikan guru / orang tua.2. Anak dapat bertanya tentang cerita yang diceritakan oleh guruFungsi Metode BerceritaMenurut (Tampubolon, 1995 dalam Dheini, dkk2008 : 6.7) “Bercerita kepada anak memainkan peranpenting bukan saja dalam menumbuhkan minat dankebiasaan membaca, tetapi juga dalammengembangkan kemampuan berbahasa dan pikirananak. Fungsi kegiatan bercerita adalah membantuperkembangan kemampuan bahasa anak denganmenambah perbendaharaan kosakata, mengucapkankata-kata, melatih merangkai kalimat sesuai dengantahap perkembangannya. Kemampuan tersebut adalah hasil dari proses menyimak dalam tahap perkembangan. MenurutDepdiknas 2000 dalam susanto 2011: 81, fungsiperkembangan bahasa bagi anak usia dini adalah: 1) Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan. 2) Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuanintelektual anak. 3) Sebagai alat untukmengembangkan ekspresi anak. 4) Sebagai alat untukmenyatakan perasaan dan buah pikir kepada orang lain.  METODE Pada penelitian ini penulis menggunakanpendekatan kualitiatif, sedangkan jenis atau desainpenelitian ini menggunakan metode deskriprif, yaitupenelitian yang bertujuan mendeskripsikan ataumenggambarkan sesuatu seperti apa adanya. Penelitian kualitatif merupakan metode untukmengeksplorasi suatu makna dan memahami mahamimakna yang didapat dari sejumlah individu atausekelompok orang. Proses ppeenelitian kualitatif inimelibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukanpertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum, danmenafsirkan makna data.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan tiga informan. Yaitu kepada guru TK dari berbagai Taman Kanak-Kanak yang ada disekitar daerah Srengseng Sawah Jakarta Selatan, dengan menggunakan metode mendongeng dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Guru mendongeng dengan buku ataupun menggunakan alat peraga.  HASIL PENELITIANHasil penelitian ini menunjukan bahwa kosakata yang dimiliki anak meningkat setelah diberikan perlakukan menggunakan metode mendongeng. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hasil, setelah dibacakan dongeng atau cerita anak mulai mengenal kata-kata baru. Adanya peningkatan kosakata yang dimiliki anaksaat diberikan perlakuan menggunakan metodebercerita karena pada saat kegiatan mendongeng anak diajak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan bercerita tersebut, hal ini sesuai dengan Kemendiknasdalam Kurniah (2012:20) bahwa bahasa anak akanberkembang cepat apabila anak dilibatkan dalamkomunikasi, selain itu kegiatan bercerita dilakukandengan menggunakan media yang menarik sehinggaanak tertarik untuk mendengarkan cerita, seperti yang dikatakan Hernawan (2008:13) sebuah cerita akanmenarik untuk didengarkan dan diperlihatkan apabilamenggunakan media atau alat peraga. Melaluikegiatan ini anak akan mengenal banyak kosakata-kosakata baru yang ada dalam cerita tersebut sehinggakosakata yang dimiliki anak akan semakin meningkatsetelah diberikan metode bercerita sebagaimanamenurut Cobran Smith dalam Solehudin (2002:7.42) Manfaat metode bercerita adalah untukmengembangkan kemampuan dasar anak dalam semuaaspek bahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Musfiroh (2005:95) bahwa manfaatmetode bercerita salah satunya adalah membantumengembangkan kemampuan berbahasa anak. KESIMPULAN DAN SARANKesimpulan dalam penelitian ini yaitu metodebercerita dapat meningkatkan kosakata yang dimilikianak. sehingga anak memiliki keterampilan berbahasa yang baik dan benar dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitanya.Saran yang dapat diungkapkan dari penelitian ini adalah :• Anak hendaknya ikut berartisipasi aktif dalam setiap kegiatan bercerita agar kosakata yang dimiliki semakin meningkat.• Guru hendaknya merancang kegiatan yang menarik dengen metode yang bervariasi sehingga kegiatan mendongen dikelas menjadi efektif dan menyenangkan, salah satunya adalah metode bercerita yang digunakan untuk meningkatkan kosakata/kemampuan berbahasa anak.• Pihak sekolah hendaknya memfasilitasi guru dengan memberikan pelatihan mendongeng. Atau menyediakan fasilitas atau media yang diperlukan untuk kegiatan mendongeng dikelas.  DAFTAR PUSTAKA Musfiroh, Tadkiroatun. 2005. Bermain Sambil Belajardan Mengasah Kecerdasan.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.Yusuf, Syamsu. 2007. Teori Kepribadian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Hurlock, B.Elizabeth. 2001. Perkembangan Anak Jilid1. Diterjemahkan oleh dr.MedMelitasari dan Dra.Muslichah. Jakarta: Erlangga.Kurniah, Nina. 2012. Pengembangan Bahasa Program Magister Pendidikan Anak UsiaDini.Depdiknas. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 TentangSistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.http://www.unhas.ac.id/fkg/ika/faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan-bahasa-anak/?diakses pada 10 Januari 2018Musfiroh, Takdiroatun, M. 2005. Bercerita untukAnak Usia Dini.